Fungsi Corporate Social Responsibility (CSR) RS

FUNGSI CORPORATE SOCIAL RESPONSBILITY (CSR) RUMAH SAKIT &

DAMPAKNYA PADA MASYARAKAT 

A.        LATAR BELAKANG

Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan bahwasanya kegiatan perusahaan membawa dampak – for better or worse, bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar perusahaan beroperasi. Selain itu, pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham. Melainkan pula stakeholders, yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan.

Jika kita perhatikan, masyarakat sekarang hidup dalam kondisi yang dipenuhi beragam informasi dari berbagai bidang, serta dibekali kecanggihan ilmu dan teknologi. Pola seperti ini mendorong terbentuknya cara berpikir, gaya hidup dan tuntutan masyarakat yang lebih tajam. Sehubungan dengan adanya tuntutan dan kebutuhan akan CSR (Program Corporate Social Reponsibility) yang merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi UU PT No.40 Tahun 2007 pasal 74 Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang baru yang menyebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa ”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.” Selajutnya lebih terperinci adalah UU No.19 Tahun 2003 tentang BUMN. UU ini kemudiaan dijabarkan lebih jauh oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No.4 Tahun 2007 yang mengatur mulai dari besaran dana hingga tatacara pelaksanaan CSR.. Undang-undang ini disyahkan dalam sidang paripurna DPR.

Pada saat sekarang ini konsep pemasaran sudah berada pada tahap dimana konsumen dalam membeli produk suatu perusahaan tidak hanya sekedar memperhatikan suatu produk apakah bisa memenuhi kebutuhan mereka secara lebih efisisen dari pada saingan tapi juga dengan kritis melihat apakah keberadaan perusahaan telah berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga apakah keberadaan perusahaan tidak menjadi bencana di tengah masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kritis konsumen juga selektif melihat apakah suatu perusahaan tidak melakukan hal-hal tidak terpuji seperti perusakan lingkungan, eksploitasi sumberdaya alam, manipulasi pajak dan penindasan terhadap hak-hak buruh.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah Fungsi CSR (Corporate Social Responsibility) bagi masyarakat dan Perusahaan

2. Apakah Dampak CSR (Corporate Social Responsibility) bagi masyarakat dan Perusahaan

3. Siapa saja pelaku CSR (Corporate Social Responsibility).

C. TUJUAN

1. Mengetahui Fungsi Corporate Social Responsibility bagi masyarakat dan Perusahaan

2. Mengetahui Dampak pelaksanaan CSR (Corporate Social Responsibility) bagi masyarakat maupun perusahaan dan pengaruhnya bila terjadi kelalaian akibat pelanggaran UU PT

3. Mengetahui pelaku peran CSR (Corporate Social Responsibility).

D. MANFAAT BAGI PENULIS

Menambah wawasan tentang CSR (Corporate Social Responsibility) dan mengetahui tingkat kepedulian/tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat serta tuntutan kebutuhan masyarakat sekarang ini yang didorong oleh pola pikir yang semakin kritis dan informatif.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

 

1. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)

Menurut Kotler dan Nancy (2005) Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.

Menurut CSR Forum (Wibisono, 2007) Corporate Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan.

Corporate Social Responsibilit(CSR) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Contoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan investasi jangka panjang yang berguna untuk meminimalisasi risiko sosial, serta berfungsi sebagai sarana meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Salah satu implementasi program CSR adalah dengan pengembangan atau  pemberdayaan masyarakat (Community Development). Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya (cost centre) melainkan sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre). Program CSR merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Disisi lain masyarakat mempertanyakan apakah perusahaan yang berorientasi pada usaha memaksimalisasi keuntungan-keuntungan ekonomis memiliki komitmen moral untuk mendistribusi keuntungan-keuntungannya membangun masyarakat lokal, karena seiring waktu masyarakat tak sekedar menuntut perusahaan untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan, melainkan juga menuntut untuk bertanggung jawab sosial.

Penerapan program CSR merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good Coporate Governance). Diperlukan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) agar perilaku pelaku bisnis mempunyai arahan yang bisa dirujuk dengan mengatur hubungan seluruh kepentingan pemangku kepentingan (stakeholders) yang dapat dipenuhi secara proporsional, mencegah kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi korporasi dan memastikan kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.

Konsep ini mencakup berbagai kegiatan dan tujuannya adalah untuk mengembangkan masyarakat yang sifatnya produktif dan melibatkan masyarakat didalam dan diluar perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, meski perusahaan hanya memberikan kontribusi sosial yang kecil kepada masyarakat tetapi diharapkan mampu mengembangkan dan membangun masyarakat dari berbagai bidang. Kegiatan CSR penting dalam upaya membangun citra dan reputasi perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan baik dari konsumen maupun mitra bisnis perusahaan tersebut.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi bagus, umumnya menikmati enam hal :

  1. Hubungan yang baik dengan para pemuka masyarakat.
  2. Hubungan positif dengan pemerintah setempat.
  3. Resiko krisis yang lebih kecil.
  4. Rasa kebanggaan dalam organisasi dan di antara khalayak sasaran.
  5. Saling pengertian antara khalayak sasaran, baik internal maupun eksternal.
  6. Meningkatkan kesetiaan para staf perusahaan (Anggoro, 2002).

Ada tiga alasan penting mengapa kalangan dunia usaha mesti merespon dan mengembangkan isu tanggung jawab sosial sejalan dengan operasi usahanya :

1. Perusahaan adalah bagian dari masyarakat dan oleh karenanya wajar bila perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat. Perusahaan mesti menyadari bahwa mereka beroperasi dalam suatu tatanan lingkungan masyarakat. Kegiatan sosial ini berfungsi sebagai kompensasi atau upaya imbal balik atas penguasaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi oleh perusahaan yang kadang bersifat ekspansif dan ekploratif, di samping sebagai kompensasi sosial karena timbulnya ketidaknyamanan (discomfort) pada masyarakat, semua ini diimplementasikan karena memang ada regulasi, hukum, dan aturan yang memaksa karena adanya market driven. Kesadaran tentang pentingnya mengimplementasikan CSR ini menjadi tren seiring dengan semakin maraknya kepedulian masyarakat global terhadap produk-produk yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial.

2. Kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki hubungan yang bersifat simbiosa mutualisme. Untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, setidaknya license to operate, wajar bila perusahaan juga dituntut untuk memberikan kontibusi positif kepada masyarakat sehingga bisa tercipta harmonisasi hubungan bahkan pendongkrakan citra dan performa perusahaan.

3. Kegiatan tanggung jawab sosial merupakan salah satu cara untuk meredam bahkan menghindari konflik sosial. Potensi konflik itu bisa berasal akibat dampak operasional perusahaan ataupun akibat kesenjangan struktural dan ekonomis yang timbul antara masyarakat dengan komponen perusahaan, dan dipraktekkan lebih karena faktor eksternal (external driven). Hampir bisa dipastikan implementasi adalah sebagai upaya dalam konteks kehumasan (public relation) merupakan kebijaksanaan bisnis yang hanya bersifat kosmetik.

 

2. Manfaat bagi Masyarakat & Keuntungan Bagi perusahaan

CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty).

 

3. Membangun Citra Perusahaan Melalui Program CSR

Dalam News Of PERHUMAS (2004) disebutkan, bagi suatu perusahaan, reputasi dan citra korporat merupakan aset yang paling utama dan tak ternilai harganya. Oleh karena itu segala upaya, daya dan biaya digunakan untuk memupuk, merawat serta menumbuhkembangkannya.

 

Beberapa aspek yang merupakan unsur pembentuk citra & reputasi perusahaan antara lain ;

  1. Kemampuan finansial,
  2. Mutu produk dan pelayanan,
  3. Fokus pada pelanggan,
  4. Keunggulan dan kepekaan SDM,
  5. Reliability,
  6. Inovasi,
  7. Tanggung jawab lingkungan,
  8. Tanggung jawab sosial, dan
  9. Penegakan Good Corporate Governance (GCG).

Berdasarkan sifatnya, pelaksanaan program CSR dapat dibagi dua, yaitu :
1. Program Pengembangan Masyarakat (Community Development/CD); dan

2. Program Pengembangan Hubungan/Relasi dengan publik (Relations Development/RD).

Sasaran dari Program CSR (CD & RD) adalah:

  1. Pemberdayaan SDM lokal (pelajar, pemuda dan mahasiswa termasuk di dalamnya);
  2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat sekitar daerah operasi;
  3. Pembangunan fasilitas sosial/umum,
  4. Pengembangan kesehatan masyarakat,
  5. Sosbud, dan lain-lain

 

 

BAB III
PEMBAHASAN

 

Perusahaan yang juga telah menjalankan fungsi CSR (Corporate Social Responsibility) yang cocok dalam kehidupan masyarakat saat ini dalam bidang perumah sakitan adalah EKA HOSPITAL menyelenggarakan program tanggung jawab sosial antara lain seperti bakti sosial dan pengobatan gratis bidang kesehatan yang dilakukan disekitar daerah rumah sakit Eka bekerjasama dengan mitra perusahaan.

Dalam menyambut hari Donor Darah Dunia, Eka Hospital menyelenggarakan berbagai acara seperti Donor darah  dengan tema “ Setetes Darah Anda Begitu Berarti”, acara lainnya Senam kebugaran, Talk Show yang menghadirkan beberapa dokter seperti dokter spesialis jantung, dokter spesialis Anak, Dokter spesilais jiwa dan psikolog klinis Eka Hospital, lainnya bazzar yang dilakukan bekerjasama dengan PMI dan menggandeng Persatuan Artis Seniman Komedi Indonesia (PASKI) untuk menghibur masyarakat yang saat itu melakukan aksi donor darah sebanyak 150 orang. Para peserta berharap agar Eka Hospital dapat mengadakan acara seperti ini secara berkala. Selain bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga dapat menambah wawasan mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Didalam kesempatan lainnya Eka Hospital menyelenggarakan Sunatan Massal untuk masyarakat yang kurang mampu. Kondisi masyarakat yang kurang beruntung di Tangerang Selatan (Tangsel) mungkin masih terbilang banyak. Kondisi inilah yang menarik simpati lembaga yang berada di sekitar Tangsel. Seperti Rumah Sakit Eka Hospital Bumi Serpong Damai (BSD), Tangsel. Bersama Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) pada Minggu (17/3) menggelar sunatan massal untuk masyarakat yang kurang mampu.

Selain sunatan massal, Eka Hospital juga menggelar donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang Selatan. Sunatan massal ini diikuti oleh 106 anak. Sementara pendonor darah mencapai kurang lebih 600 pendonor. Menurut Manager Public Relation & Marketing Eka Hospital saat itu, drg Hestiningsih darah yang di dapat nantinya akan disalurkan langsung kepada PMI untuk memenuhi stok bank darah PMI Kota Tangerang Selatan.

“Ini memang bhakti sosial yang dilakukan oleh Eka Hospital. Kami tidak hanya berupa pengobatan gratis atau sunatan massal, tapi juga berupa penyuluhan, seminar atau ceramah kesehatan kepada masyarakat dengan pembicara para pakar kesehatan. Acara sunatan massal dan donor darah itu sendiri dihadiri oleh Pejabat Sementara (Pjs) Tangsel HM Shaleh, Sekda Kota Tangerang Selatan Nanang Komara, Ketua PMI Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diani dan Ketua PARFI Yenny Rachman serta tokoh masyarakat.

Ketua PMI Kota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany yang kerap terjun dalam kegiatan sosial menyambut baik atas kegiatan yang digelar oleh  Eka Hospital dan PARFI. “Kami tentu saja merasa terbantu dengan kegiatan yang digelar oleh Eka Hospital dan PARFI. Semoga ini bisa diikuti oleh lembaga lainnya,” ungkap Hj.Airin. (Mus/Bah/mmt)

http://marimenatatangsel.com/typography/the-news/465-eka-hospital-dan-parfi-gelar-sunatan-massal-bersama-pmi-tangsel.html

 

Bentuk kepedulian sosial Eka Hospital lainnya untuk masyarakat tidak mampu yaitu bekerja sama dengan beberapa gereja dimana memberikan diskon berobat bagi setiap jemaat gereja yang hanya membawa kartu keanggotaan dimana gereja dijalin kerjasamanya serta memberikan diskon pengobatan kepada anak yatim piatu, diskon berobat bagi anggota keluarga karyawan bukan kelurga inti seperti diskon harga obat, laboratorium dan foto r.o serta diskon biaya konsultasi dokter umum dan dokter spesialis.

Eka Hospital juga ikut serta dalam beberapa kegiatan sosial lainnya yaitu dengan ikut serta mengirimkan tenaga medisnya untuk standby di rest area jalan toll setiap hari lebaran, natal dan tahun baru. Yang tak kalah pentingnya adalah Eka Hospital membuat terobosan terbaru yang pertama kali di Indonesia yang disebut dengan Integrated Care with One Price Solution (Pelayanan Medis Terpadu dengan Kebijakan Satu Tarif). Dengan sistem pelayanan ini, pasien dapat berkonsultasi dengan beberapa dokter sesuai dengan keluhannya atau yang direkomendasikan oleh dokter umum atau dokter spesialis, dengan hanya melakukan pembayaran satu kali jasa pelayanan rawat jalan. Tarif One Price ini berlaku selama konsultasi dilakukan dalam satu hari yang sama, di luar biaya tindakan medis, penunjang medis (laboratorium/fisioterapi/radiologi) dan obat-obatan.

“Jadi bila pasien rawat jalan berobat dengan satu dokter spesialis, lalu dia dirujuk ke dokter spesialis lain, satu dua dokter atau lebih dalam satu hari, maka yang dia bayar cuma satu dokter. Itulah kurang lebih yang disebut Integrated Care with One Price Solution. Jadi ini lebih meringankan bagi pasien.

Hanya saja terobosan terbaru ini hanya berlaku bagi warga yang membayar secara pribadi bukan pembayaran secara asuransi dan hal ini sebaliknya memberatkan masyarakat yang datang berobat pada malam hari yang mau tidak mau pasiennya harus berobat kelayanan unit gawat darurat karena pelayanan lainnya klinik umum dan poli spesialis sudah tutup. Jika keluhan pasien tidak spesifik dan tidak memerlukan layanan unit gawat darurat mau tidak mau harus membayar biaya pengobatan yang cukup mahal karena pemberlakukan sistem one price, jika hanya berobat karena batuk pilek tentu merupakan kerugian bagi pasien karena akan membayar biaya yang sama dengan pasien yang keluhan komplikasi dan memerlukan konsultasi lebih lanjut.

Tentu kegiatan CSR (Program Corporate Social Reponsibility) yang dilakun oleh Rumah Sakit ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya yang turut menikmati dari kegiatan ini diantaranya selain masyarakat mendapatkan manfaat diskon berobat juga meningkatkankan kepedulian kepada sesama dengan berbagai kegiatan donor darah, menambah wawasan dan ilmu tentang kesehatan yang sering dilakukan dengan talk show dan seminar dan penyuluhan dengan menghadirkan beberapa dokter ahli sesuai dengan pakarnya. Namun kegiatan senam kebugaran yang diperuntukan untuk karyawan yang dilaksanakan 2 kali dalam sebulan setiap hari jumatnya tidak terlalu diminati karena kebanyakan karyawan dengan sistem kerja shifting sehingga timbul rasa malas jika badan harus basah basahan bau keringat sementara pekerjaan berlanjut. Kegiatan senam kebugaran ini belum diperuntukan untuk masyarakat luas.

Penyelenggaraan sistem one price ini tentu memiliki dampak positif dan negatif, dampak positifnya memberikan manfaat ganda kepada pasien terutama pasien yang tidak mampu dan memiliki penyakit kronis dan harus berkonsultasi dengan beberapa dokter spesialis sehingga tidak terbebani biaya besar akibat konsultasi kebeberapa dokter spesialis. Sedangkan dampak negatifnya akan memberatkan pasien dari warga tidak mampu bila memiliki penyakit kronis dan komplikasi sehingga mengharuskan pasien berkonsultasi dengan beberapa dokter spesialis atau terpaksa harus berobat kelayanan unit gawat darurat bila berobatnya pada malam hari karena memang penyakitnya kambuh dimalam hari seperti penyakit asthma atau jantung, darah tinggi dll dimana klinik umum dan poli spesilais tutup dimalam hari.

Hal ini akan memberikan dua pilihan kepada pasien khususnya pasien tidak mampu antara berobat dengan konsekuensi harus membayar biaya pengobatan yang mahal atau keluar lalu pergi mencari rumah sakit lain yang lebih murah dengan konsekuensi akan mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa karena jarak jauh yang harus ditempuh kerumah sakit umum daerah misalnya sedangkan kondisi penyakit butuh penanganan segera  dan hhal yang biasa dilakukan oleh pasien dari keluarga tidak mampu adalah dengan keluar mengambil pilihan kedua dengan konsekuensi penyakit mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa“ resiko menjadi orang miskin” kata sebagian orang yang biasa sudah menjadi buah guyonan.

 

Sementara bagi pasien yang kaya atau memiliki uang yang cukup tentu terobosan one price ini juga akan sangat menguntungkannya namun tidak terlalu memberatkan jika dibandingankan dengan pasien warga tidak mampu lainnya. Hal biasa yang akan sering keluar dari mulut pasien dari keluarga mampu biasanya “ah terlalu mahal, terlalu banyak untung atau ini mah pemerasan secara tidak langsung namun jika harus memilih pasien dari keluarga mmapu tentu akan memilih pilihan pertama yaitu siap membayar biaya pengobatan mahal asalkan  kesehatan jiwa terselamatkan.

 

Dalam bidang pendidikan Eka Hospital tidak secara langsung menyelenggarakan kegiatan dalam pemberian beasiswa pendidikan karena umurnya yang masih seumur jagung baru 4 tahun namun sudah memiliki sejumlah penghargaan bergengsi diantaranya Award Joint Commission International dari Amerika dan Kerjasama dengan Rumah Sakit terbesar di Amerika yaitu Mayo Clicic namun Eka Hospital sebagai anggota dari Sinar Mas Group sebagain kegiatan sosialnya berada dibawah wadah Yayasan Eka Tjipta Foundation (ETF).

Eka Tjipta Foundation (ETF) adalah merupakan organisasi nirlaba yang didirikan oleh keluarga Eka Tjipta Widjaja sebagai wadah pelaksanaaan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan bagi seluruh unit usaha dibawah bendera Sinar Mas.

Contoh lain perusahaan yg telah menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk menyelenggarakan program tanggung jawab sosial (CSR) bernama ‘BII Berbagi’. Vice President Corporate CommunicationsBII, Esti Nugraheni menjelaskan, visi dari program ini membantu masyarakat membangun masa depan yang lebih cerah. BII Berbagi fokus pada tiga bidang utama, yakni pendidikan ( education), kegiatan untuk mendukung hidup yang sehat ( promote healthy life), serta lingkungan dan kemasyarakatan ( environment & community) dengan tetap memiliki kepekaan terhadap situasi yang terjadi di Tanah Air, seperti jika terjadi bencana alam.

Di bidang pendidikan, BII menyadari tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Itulah mengapa bank ini fokus di bidang pendidikan guna membantu mereka yang kurang mampu dalam mencapai masa depan yang lebih cerah. Program pendidikan yang dimaksud, di antaranya beasiswa untuk siswa dan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Selain itu, juga ada program pengembangan kompetensi perilaku (softskill). BII juga, lanjut Esti, aktif mengunjungi sekolah ( school visit). ”Dalam pelaksanaan program ini akan dilakukan serangkaian kegiatan, seperti pengajaran pengetahuan umum, ilmu perbankan dasar, dan komputer,” paparnya.

Program CSR lainnya, adalah mendukung pola hidup sehat melalui kegiatan olahraga, seperti pembentukan spirit dan kultur untuk menjadi juara dan mewujudkan gaya hidup sehat, serta peduli terhadap peningkatan gizi 5.000 anak di 20 kota di Indonesia yang bekerja sama dengan World Food Programme (WFP). Peduli lingkungan, seperti penanaman pohon juga menjadi salah satu poin penting program CSR bank ini.

http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2179337-definisi-corporate-social-responsibility-csr/HYPERLINK “http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2179337-definisi-corporate-social-responsibil

BAB IV

KESIMPULAN

 

Program CSR merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Penerapan program CSR merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep tata kelola perusahaan yang baik (Good Coporate Governance). Konsep ini mencakup berbagai kegiatan dan tujuannya adalah untuk mengembangkan masyarakat yang sifatnya produktif dan melibatkan masyarakat didalam dan diluar perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung, meski perusahaan hanya memberikan kontribusi sosial yang kecil kepada masyarakat tetapi diharapkan mampu mengembangkan dan membangun masyarakat dari berbagai bidang.

Kegiatan CSR penting dalam upaya membangun citra dan reputasi perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan baik dari konsumen maupun mitra bisnis perusahaan tersebut. Sasaran dari Program CSR adalah: (1) Pemberdayaan SDM lokal (pelajar, pemuda dan mahasiswa termasuk di dalamnya); (2) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat sekitar daerah operasi; (3) Pembangunan fasilitas sosial/umum, (4) Pengembangan kesehatan masyarakat, (5) Sosbud, dan lain-lain.

Kemitraan (partnership) antara korporasi dengan stakeholders menjadi suatu keharusan dalam lingkungan bisnis yang berubah. Dalam hal ini, korporasi perlu menginternalisasi masalah eksternal perusahaan secara terencana sehingga dapat mencegah kekagetan dan krisis yang dapat mengancam keberlangsungan kegiatan dan keberadaan korporasi.

Kemitraan dapat menghasilkan solusi antara argumen yang menekankan market atau profit (“the business of business is business” yang memprioritaskan shareholders) dengan argumen moral (atau Corporate Social Responsibility atau CSR yang memperhatikan stakeholders).

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. 1.      http://marimenatatangsel.com/typography/the-news/465-eka-hospital-dan-parfi-gelar-sunatan-massal-bersama-pmi-tangsel.html
  2. http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
    http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2179337-definisi-corporate-social-responsibility-csr/HYPERLINK “http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2179337-definisi-corporate-social-responsibili
  3. 3.      https://ruangdosen.wordpress.com/2009/01/15/peran-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan-melalui-program-csr/
  4. http://mamrh.wordpress.com/2008/07/21/53/
  5. Effendi, Onong Uchjana. 1993. Human Relation dan Public Relation. Bandung:

C.V Mandar Maju

6. Kasali, Rhenald. 1994. Manajemen Public Relation Konsep dan Aplikasinya di

Indonesia. Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti

7. Zaleha, Siti. 2008. Peranan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Inalum Divisi PLTA Siguragura terhadap Pengembangan Sosio Ekonomi Masyarkat Kecamatan Pintupohan Meranti Kabupaten Toba Samosir, Tesis, Program Pasca Sarjana, Universitas   Sumatra Utara, Sumatra Utara http://www.upnyk.ac.id/main/?mod=berita&nid=354

8. http://markusadam201131246.student.esaunggul.ac.id (MY IDEA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>