Analisis Pendirian Rumah Sakit Asing di INDONESIA

ANALISIS PENDIRIAN RUMAH SAKIT ASING DI INDONESIA

  1. A.   Latar Belakang

Dewasa ini, globalisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap kegiatan perekonomian. Globalisasi membuat batas antar negara seolah-olah menjadi tidak ada (Friedman, 2007).  Pergerakan menuju pasar bebas global disebabkan oleh aliansi antara telekomunikasi dan ekonomi. Telekomunikasi bergerak menuju satu jaringan informasi dunia, dan begitu pula dengan kegiatan  ekonomi yang menjadi satu pasar global (Tapscott and Williams, 2006). Kebijakan liberalisasi pasar di banyak negara kemudian memperlancar meningkatnya aliran keuangan dunia. Jarak geografis menjadi tidak terlalu signifikan lagi karena semakin besarnya luas jangkauan dan kecepatan informasi yang menjadikan aktivitas keuangan global lebih efisien, termasuk dalam kegiatan pasar modal di Indonesia.

Masuknya perusahaan asing dalam kegiatan investasi di Indonesia dimaksudkan sebagai pelengkap untuk mengisi sektor-sektor usaha dan industri yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak swasta nasional, baik karena alasana teknologi, manajemen, maupun alasan permodalan. Modal asing juga diharapkan secara langsung maupun tidak langsung dapat lebih merangsang dan menggairahkan iklim atau kehidupan dunia usaha, serta dapat dimanfaatkan sebagai upaya menembus jaringan pemasaran internasional melalui jaringan yang mereka miliki. Selanjutnya modal asing diharapkan secara langsung dapat mempercepat proses pembangunan ekonomi Indonesia.

Sampai saat ini rumah sakit di Indonesia belum mampu bersaing dengan rumah sakit di luar negeri. Fokus dari permasalahan yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah pertama, masih kurangnya kesiapan Indonesia menghadapi era globalisasi terutama dalam bidang kesehatan; kedua, tingginya opportunity costs yang hilang; dan ketiga, adanya krisis ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan dimana semakin seringnya muncul dugaan malpraktik dan salah diagnosis oleh petugas kesehatan. Tenaga medis yang pada saat ini terlihat kurang kompeten dibandingkan tenaga medis asing. Sedangkan pada pelayanan kesehatan, tenaga medis sangat berperan penting terhadap kepuasan pasien.

B.   Perumusan Masalah

  1. Apa Motivasi Rumah Sakit Asing melakukan penanaman modal di Indonesia?
  2. Apakah Rumah Sakit Lokal Indonesia siap bersaing dengan Rumah Sakit Asing di Era Globalisasi ini?
  3. Apakah SDM tenaga medis lokal asal Indonesia siap bersaing dengan SDM profesional dari luar negeri?
  4. Bagaimana peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyikapi masalah ini?
  5. Apa dampak keberadaan Rumah Sakit Asing tersebut bagi masyarakat Indonesia khusunya masyarakat daerhat Jawa Timur dan sekitarnya?
  6. Apa dampak keberadaan Rumah Sakit Asing tersebut bagi ekonomi, sosial, budaya, politik dan Hankam?
  7. Apa keuntungan dan kerugian dari keberadaan Rumah Sakit Asing tersebut bagi ?

PEMBAHASAN

 A.   UNTUNG DAN RUGI KEBERADAAN INVESTOR ASING BAGI INDONESIA

1.    Passion Investor Asing di Indonesia

Pasar modal Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi bagi investor di negara-negara maju (developed markets) yang dikenal sebagai  emerging market (Morgan Stanley, 2006). Mengingat pasar modal di negara-negara yang termasuk  emerging market memberikan  risk premium yang lebih tinggi daripada negara-negara yang termasuk dalam developed market (Salomons & Grootveld, 2003) sehingga dapat memberikan  expected return yang lebih tinggi pula.  Perkembangan kondisi perekonomian Indonesia sendiri  dianggap baik bagi para investor untuk menanamkan dana.  Indikator ini ditunjukkan dari rata-rata pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6% per tahun.

Dalam literatur ekonomi makro, investasi asing dapat dilakukan dalam bentuk, yaitu investasi portofolio dan investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Investasi portofolio ini dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga seperti saham dan obligasi. Sedangkan investasi langsung yang dikenal dengan Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli total atau mengakuisisi perusahaan.

Investasi, khususnya investasi asing sampai hari ini merupakan faktor penting untuk menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Harapan masuknya investasi asing dalam kenyataannya masih sulit untuk diwujudkan. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain : Pertama faktor Sumber Daya Alam, Kedua faktor Sumber Daya Manusia, Ketiga faktor stabilitas politik dan perekonomian, guna menjamin kepastian dalam berusaha, Keempat faktor kebijakan pemerintah, Kelima faktor kemudahan dalam peizinan.

Keberadaan investor asing tersebut di satu sisi memang memberikan pengaruh positif karena membuat bursa saham lebih likuid. Selain itu, menurut Errunza (1986), investasi portofolio oleh investor asing dapat memberikan tiga pengaruh positif, yaitu (1) mengembangkan pasar modal di negara tujuan (development effect), (2) meningkatkan sumber pendanaan dari luar (resource effect), dan (3) meningkatkan nilai saham yang pada akhirnya meningkatkan nilai portofolio oleh investor lokal (welfare effect).

2.    Kendala Investor ASING di Lapangan

Menurut Rahmadi Supanca, berbagai faktor yang dituding menjadi penyebab dari terjadinya tidak kondusifnya iklim investasi yaitu :

1. Instabilitas Politik dan Keamanan

2. Banyaknya kasus demonstrasi/ pemogokkan di bidang ketenagakerjaan

3. Pemahaman yang keliru terhadap pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Daerah serta belum lengkap dan jelasnya pedoman menyangkut tata cara pelaksanaan otonomi daerah

4. Kurangnya jaminan kepastian hukum

5. Lemahnya penegakkan hukum

6. Kurangnya jaminan/ perlindungan Investasi

7. Dicabutnya berbagai insentif di bidang perpajakkan

8. Masih maraknya praktek KKN

9. Citra buruk Indonesia sebagai negara yang bangkrut, tidak berjalannya hukum secara efektif makin memerosotkan daya saing Indonesia dalam menarik investor untuk melakukan kegiatannya di Indonesia.

10. Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia

Stabilitas politik dan sosial serta jaminan keamanan dan penegakkan hukum di dalam negeri yang masih rawan. Masalah yang paling sering dikeluhkan oleh investor adalah masalah penegakkan hukum. Hasil survey dari Political and Economic Risk Consultancy Ltd menunjukkan bahwa Indonesia paling buruk dalam skor hukum di Asia. Indonesia pada posisi paling atas dengan tidak adanya kepastian hukum membuat para investor merasa tidak nyaman untuk menanamkan uangnya di Indonesia. Hal yang juga sering dikeluhkan oleh banyak investor adalah masalah perizinan dan birokrasi yang masih dianggap bertele-tele dan memakan biaya yang besar. Namun hal tersebut mulai mengalami perbaikan dan peningkatan sejak dikelarkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal menggantikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.

Beberapa kebijakan pemerintah yang mempengaruhi investor, antara lain :

  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal
  2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
  3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintahan Daerah

 3.   Tanggapan Pribadi sebagai Mahasiswa Manajemen Strategi

Kehadiran ke 20 Rumah Sakit Asing besar yang dicanangkan tersebut di Surabaya jawa timur memang akan menjadi ancaman dan momok rumah sakit besar lokal dan tentu  akan ada yang pro dan kontrak, bagaimana tidak kontrak persaingan antar rumah sakit besar lokal bertaraf international saja  di Indonesia sampai saat ini belum bisa menunjukan Identitasnya.

Kehadiran 20 RS Asing tersebut tentu disambut gembira oleh masyarakat Indonesia dari kelas ekonomi menengah keatas tentu ini menjadi berita sangat baik buat mereka karena image Rumah Sakit Asing dari luar negeri memiliki pengaruh besar dalam budaya berobat masyarakat Indonesia buktinya sampai saat  ini walaupun sudah banyak rumah sakit besar bertaraf international di Indonesia tapi masih banyak warga negara Indonnesia yang berobat terutama ke Singapur, penang malaysia, hongkong dan China serta Taiwan. Image rumah sakit lokal di mata warga Indonesia sudah jelek dan kehilangan trust untuk berobat sehingga sampai saat ini sudah membudaya bagi warga Indonesia untuk berobat keluar negeri karena Image yang terbangun sangat baik dan suatu kebanggan bagi warga Indonesia bisa berobat ke luar negeri minimal didalam hubungan kelas sosila life dan prestise.

Sebagai pengalaman saya yang bekerja di Rumah sakit besar lokal Indonesia sudah bertaraf internatinal banyak menerima pasien yang berobat ke luar negeri terutama malaysia dan singapur serta China biasanya mereka datang berobat ke rumah sakit tempat saya bekerja sifatnya hanya kontrol saja bila sedang kembali kenegara asal tapi nanti akan kembali ke rumah sakit luar lagi tempat dimana mereka berobat, mereka biasanya pasien terapi kemoterapi kankker, terapi masalah kesuburan dan jenis operasi besar lainnya. Padahal kalau saya sendiri yang mencermati hasil operasi yang dilakukan oleh dokter rumah sakit luar itu tidaklah terlalu bagus melebihi yang dilakukan oleh dokter lokal Indonesia malah banyak diantaranya yang luka bekas operasinya itu bermasalah tidaklah sesuai dengan harapan pasien itu sendiri.

Nah inilah yang menjadi tugas utama para Dokter, Perawat, petugas medis lainnya dan terutama sarana pelayanan yaitu rumah sakit Indonesia bagaimana caranya membangun trust / kepercayaan masyarakat kita sendiri supaya tidak perlu  berobat lagi  keluar negeri dan tentunya kehadiran ke 20 rumah sakit Asing tersebut akan menjadi hal biasa dan wajar dalam persaingan global bila kita sudah siap membenahi sistem pelayanan dan manajemen rumah sakit kita.

4.   Tantangan Rumah Sakit Lokal Indonesia

Rumah Sakit masa kini menghadapi tantangan-tantangan berat, termasuk menghadapi era globalisasi. Globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan serta investasi adalah lahan dasar untuk sistem pasar bebas. Pasar bebas berarti persaingan bebas, termasuk persaingan bebas dalam jasa pelayanan kesehatan.

Dalam persaingan secara umum, ada yang dinamakan segitiga persaingan, yaitu:

1. Customer (Pelanggan)

2. Competitor (pesaing)

3. Corporate (rumah sakit itu sendiri)

Tantangan utama secara nasional atau makro adalah bahwa kebutuhan akan kesehatan (health needs) secara kuantitatif dan kualitatif sangat meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak sumber daya kesehatan (health resources) yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang meningkat itu. Sedangkan, sumber daya untuk itu (SDM, dana, sarana, ilmu dan teknologi, manajemen, material kesehatan, obat, dll) terbatas. Sehingga kesenjangan antara kebutuhan dan sumber daya cenderung menjadi semakin besar. Inilah yang menjadi masalah dan tantangan bagi rumah sakit kita dalam globalisasi.

Di dalam rumah sakit, tantangan itu muncul dari konsumen atau pasien, sebab pemakai jasa sudah lebih tinggi lagi tuntutan akan pelayanan yang baik dan bermutu.

Konsumen atau pasien sudah terbiasa “dimanjakan” oleh industri barang atau jasa lain yang sudah terlebih dahulu menempatkan “kepuasan pelanggan” sebagai fokus utama dalam pelayanan. Selain itu, akibat globalisasi konsumen juga dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang pelayanan kesehatan dari RS Asing. Sehingga mereka mudah untuk membanding-bandingkan.

Jadi kita harus berani mengakui bahwa, tantangan pertama bagi rumah sakit kita adalah bagaimana mengubah paradigma kita menjadi lebih berfokus pada upaya sungguh sungguh meningkatkan kepuasan konsumen. Ini berarti mengubah sikap dan perilaku terhadap pasien.

Selain itu, tantangan bagi rumah sakit adalah tantangan untuk bersaing, baik dengan sesama pemberi pelayanan kesehatan di dalam negeri maupun luar negeri. Dalam arti positif, kompetisi dalam industri kesehatan adalah kemampuan memberikan konsumen barang atau jasa untuk pemeliharaan kesehatan yang bermutu lebih baik, berharga lebih rendah, pelayanan yang lebih sempurna, lebih mudah terjangkau, memenuhi kebutuhan, tuntutan, harapan, dan kepuasan konsumen.

Kehadiran Rumah Sakit Asing tersebut tidak akan mengganggu rumah sakit lokal karena pasti memiliki segmen dan keunggulan masing-masing. Artinya, setiap rumah sakit sudah memiliki peminat sendiri. “Meskipun rumah sakit asing itu menawarkan tarif murah dengan fasilitas mewah, tapi rumah sakit yang sudah beroperasional  tidak perlu takut, karena setiap rumah sakit sudah punya peminatnya masing- masing.  Apalagi, kelas A, bukan segalanya. Artinya, kelas A tidak menjamin pelayanannya juga kelas A.

Sementara itu, gempuran rumah sakit swasta asing itu sesuatu yang wajar mengingat pangsa pasar di jawa masih besar. Buktinya,masih banyak masyarakat Indonesia khususnya daerah jawa yang berobat keluar negeri.  Selain itu, pertumbuhan rumah sakit dengan dokter spesialis di rumah sakit lokal masih tidak seimbang. Hal itu dapat dilihat dari sisi input, distribusi dokter spesialis masih kurang. Dengan demikian, untuk dapat berkompetisi dalam globalisasi kita harus menerapkan rencana strategis untuk meningkatkan SDM terutama dokter dengan tujuan mengubahnya menjadi faktor kekuatan (strength) kompetitif. Sikap beraliansi dan bersinergi antara dokter dan rumah sakit masih sangat perlu untuk dikembangkan.

Selain itu, dalam menghadapi globalisasi, rumah sakit harus siap untuk berbenah diri.

Salah satunya rumah sakit harus dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang menghambat untuk dapat bersaing secara global, dengan cara-cara:

 Menyempurnakan sistem-sistem di rumah sakit.

 Menyempurnakan sarana untuk mendukung manusia dan sistem.

 Melakukan perubahan dalam manajemen rumah sakit.

Manajemen rumah sakit, dapat disempurnakan jika dalam rumah sakit diterapkan Total Quality Management (TQM). TQM adalah revolusi dalam falsafah dan konsep tentang manajemen, khususnya tentang manajemen mutu.

Tonggak-tonggak dari TQM adalah :

1. Fokus dan tujuan akhir adalah kepuasan konsumen atau pasien.

2. Dicapai dengan upaya berkelanjutan meningkatkan mutu, dengan terus-menerus menyempurnakan proses-proses di rumah sakit (Continuous Quality Improvement).

3. Dengan partisipasi dan keterlibatan setiap orang dan satuan kerja dirumah sakit.

4. Menerapkan teknik-teknik dan cara-cara yang terbukti efektif meningkatkan mutu.

Di samping itu, kita harus belajar dari pesaing. Ini dinamakan benchmarking. Artinya kita mempelajari apa yang dilakukan oleh pesaing. Jika semua hal di atas dapat diterapkan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka rumah sakit kita akan siap bersaing dalam menghadapi globalisasi.

Selain itu juga hal yang perlu diperhatikan agar industri kesehatan terutama rumah sakit di Indonesia dapat bersaing pada masa globalisasi dapat diantisipasi dengan cara melakukan reformasi penuh pada rumah sakit melalui: pertama, mengubah budaya paternalistik menjadi kemitraan terhadap pasien; kedua, menerapkan good corporate governance, yaitu menerapkan aturan yang jelas dalam pelaksanaan managemen dan pertanggung jawabannya; ketiga, menerapkan good clinical governance yaitu standar pelayanan dan audit klinis yang jelas, keempat, menetapkan peraturan mengenai standar profesi, kompetensi dan pelayanan medik yang memadai; kelima, menerapkan perangkat hukum yang jelas sebagai wujud perlindungan terhadap masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan.

Untuk itu perlu pemberdayaan organisasi profesi, asosiasi rumah sakit dalam pelaksanaan pembinaan, pembuatan peraturan, dan penegakan peraturan perundangan.

Meski begitu, Rumah sakit lokal harus membenahi diri dengan meningkatkan kualitas pelayanan.“ Keberadaan rumah sakit asing untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Maka berasal dari manapun rumah sakit itu, intinya setiap rumah sakit sudah memiliki kapasitas masing-masing. Jadi, teruslah berbenah diri dalam meningkatkan pelayanan. Kita juga mengharapkan, pemerintah daerah tidak serta merta mengeluarkan izin rumah sakit baik izin operasional, penetapan kelas maupun akreditasi sebelum ada studi kelayakannya. “Misalnya, berapa jarak antar rumah sakit. Kemudian, berdiri di lingkungan siapa saja dan lain sebagainya.

Sampai saat ini rumah sakit di Indonesia belum mampu bersaing dengan rumah sakit di luar negeri. Fokus dari permasalahan yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah pertama, masih kurangnya kesiapan Indonesia menghadapi era globalisasi terutama dalam bidang kesehatan; kedua, tingginya opportunity costs yang hilang; dan ketiga, adanya krisis ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan dimana semakin seringnya muncul dugaan malpraktik dan salah diagnosis oleh petugas kesehatan. Tenaga medis yang pada saat ini terlihat kurang kompeten dibandingkan tenaga medis asing. Sedangkan pada pelayanan kesehatan, tenaga medis sangat berperan penting terhadap kepuasan pasien.

Konsep dan strategi pembangunan rumah sakit mampu menuju tercapainya pelayanan prima dalam manghadapi era global :

1.   Meningkatkan Daya Saing Rumah Sakit

Organisasi rumah sakit dikembangkan menjadi customer oriented organization dengan peningkatan kualitas pelayanan medik dan non medik untuk memenuhi tuntutan dan kepuasan konsumennya.

2.    Peningkatan Profesionalisme SDM Pelayanan Medik

Profesionalisme tenaga medik dikembangkan melalui Komite Medik yang ada di rumah sakit, ikatan profesi, fakultas kedokteran dan lembaga perizinan dokter.

3.    Management of Change

  • Perubahan rumah sakit dari lembaga sosial menuju lembaga bisnis kompetitif tanpa mengurangi fungsi sosial.
  • Rumah Sakit berorientasi pada konsumen dan kualitas pelayanan.
  • Orientasi perubahan adalah jangka panjang dan bukan jangka pendek, sehingga management of change ini lebih tepat dilakukan oleh profesi rumah sakit bekerja sama dengan Departemen Kesehatan.
  • Management of change dilakukan secara terintegrasi meliputi behavior, structural, and technical.
B.   DAMPAK KEBERADAAN RS ASING BAGI : 

1.    PEMERINTAH

-       Bentuk hubungan transnasional antarnegara dapat mewujudkan perdamaian.

-       Keberadaan investor asing di jawa timur memberikan dampak sangat luas kepada pemerintahan dan masyarakat daerah jawa,

-       Keberadaan RS Asing merupakan suatu keuntungan dalam bidang ekonomi dengan semakin banyaknya Investor yang masuk ke Indonesia khususnya wilayah daerah jawa timur sehingga pemerintah tidak perlu terlalu repot memikirkan angka pengangguran yang ada di wilayah jawa timur dan sekitarnya.

-       Dengan demikian pemerintah akan menerima pajak insentif dalam jumlah yang sangat besar serta pajak yang sangat besar yang harus dibayarkan oleh Investor RS Asing tersebut.

2. MASYARAKAT

-       Angka pengangguran akan berkurang

-       Perekonomian masyarakat sekitar akan tumbuh dengan pesat seirng dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan asing tersebut.

-       Kesejahteraan masyarakat akan meningkat.kerja dibidang pariwisata sekaligu menjadi ajang promosi produk iindonesia khususnya wilayah Jawa Timur dan sekitarnya

-       Membuka lapangan pekerjaan baru bagi dokter, perawat, bidan, maupun profesi lainnya dan bahkan yang tidak memiliki profesi kerja sekalipun.

-       Pelajaran terselubung bagi para calon wirausahawan yang ingin belajar bagaimana cara pengusaha menggunakan kesempatan yang ada dan bagaimana cara berwirausahawan yang sesungguhnya.

3.  SWASTA / PENGUSAHA

-       Transfer ilmu teknologi baru dan sistem manajemen baru yang dianut oleh para pengusaha singapura akan diperkenalkan kepada negara tujuan

-       Memberikan peningkatan skill dari tenaga kerja istilahnya menyelam sambil minum air artinya bekerja sambil belajar ilmu baru

-       Keberadaan investor asing akan membangkitkan gairah dan semangat kerja para pengusaha muda asal indonesia

-       Semakin banyak pesaing yang handal dan hebat akan membakar adrenalin dan memacu semangat pengusaha asal indonesia, bagaimana memenangkan persaingan, harus siap bertarung

 4.    BIDANG EKONOMI

-       Penggerak pembangunan ekonomi

-       Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata sehingga membuka lapangan pekerjaan.

Globalisasi pasar menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi, semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara negara kaya dengan negara miskin , Munculnya perusahaan multinasional membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang.

5.   SOSIAL

Pemanfaatan CSR (Corporate Social Responbility) sehingga mengurangi angka kemiskinan dan angka gizi buruk yang masih melanda sebagian wilayah indonesia.

Sisi lain akan mudah merebak isu yang salah karena kesalahan informasi atau karena adanya provokasi dari segelintir orang yang kalah dalam persaingan sehingga akan mudah terjadinya unjuk rasa/demonstrasi menuntut hak hak masyarakat dikembalikan.

6.  BUDAYA

Konsep imitasi ilmu dan sistem manajemen yang baik dari pimpinan perusahaan asal singapur akan menjadi contoh bagi masyarakat yang terlibat dalam manajemennya menjadi nilai tambah bagi masyarakat indonesia baik yang terliibat langsung dalam perusahaan tersebut atau tidak dengan kata lain adalah transfer keilmuan.

7. HANKAM

Keadaan keamanan yang tidak stabil akhir-akhir ini membuat kondisi Indonesia menjadi rawan. Kerawanan ini terjadi sebagai akibat lemahnya pemerintah dalam melakukan tata kelola pemerintahan (governance), sehingga tatanan menjadi tidak dipatuhi oleh masyarakat. Ketidakstabilan keamanan ini akan membawa dampak internasional dalam bidang ekonomi. Jika keamanan Indonesia tidak aman, otomatis berdampak pada ekonomi, maka persaingan dalam globalisasi kesehatan juga akan terhambat. Sebab persaingan dalam globalisasi membutuhan kestabilan keamanan dan peningkatan ekonomi yang baik.

8.   DAMPAK BAGI PARIWISATA

Perdagangan layanan kesehatan internasional adalah consumption abroad, dimana pengguna layanan kesehatan/pasien mencari layanan kesehatan di negara lain. Dengan adanya RS Asing yang dikelola oleh negara maju seperti Singapur diharapakan Indonesia khususnya daerah wilayah Jawa Timur dan sekitarnya mantap menjadi daerah tujuan wisata kesehatan (medical tourism) dimana fasilitas kesehatan ditawarkan pada pihak asing untuk mendapat layanan kesehatan sambil memanfaatkan waktu liburnya.

9.  PELAYANAN KESEHATAN

Resiko lain adalah kemungkinan munculnya two-tiered healthcare system di Indonesia. Mereka yang mampu akan lebih memilih berobat ke RS Asing yang dikelola oleh orang asing di daerah surabaya jawa timur dan rumah sakit-rumah sakit lokal hanya akan melayani mereka yang tidak mampu.

Siapa pengguna layanan kesehatan ini? Tentu saja mereka adalah dari kalangan yang mampu membayar lebih untuk mendapat layanan dan fasilitas yang dianggap lebih baik. Teknologi, kualitas, standard medis, dan profesionalitas layanan menjadi motif utama pasien untuk lebih mencari layanan kesehatan di Indonesia.

Apa dampak consumption abroad ini bagi Indonesia? Tentunya pemerintah indonesia dan Pemda Jawa Timur akan mendapatkan devisa insentif yang sangat tinggi jika banyak pengguna layanan kesehatan yang datang dari luar negeri.

10. KEPENDUDUKAN

Dengan kehadiran 20 RS Asing besar di daerah jawa timur khususnya Surabaya akan berdampak pada perpindahan penduduk dari kota kekota lain dimana akan banyak tenaga SDM yang akan bekerja di surabaya tentunya tenaga SDM tersebut bisa berasala dari bernagai kota besar di Indonesia.

11. TENAGA SDM

Hal lain  adalah berkurangnya kesempatan institusi kesehatan, rumah sakit, dan para tenaga medis Indonesia untuk berkembang. Jika tenaga kerja SDM yang profesional lebih banyak didatangkan dari luar maka kemampuan kita untuk mengembangkan kualitas dan keahlian pengobatan menjadi berkurang dan tenaga SDM lokal tidak terpakai karena kalah bersaing. Perpindahan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lain bisa memutuskan untuk mencari pekerjaan di RS Asing di jawa timur karena tertarik oleh besarnya angka remunerasi, atau kesempatan mendapat penghidupan yang lebih baik.

Satu lagi isu yang tidak kalah penting adalah berpindahnya tenaga kesehatan terdidik dari Kota kota besar lainnya (Brain Drain). Walau dari sisi individu tarikan untuk bekerja di RS Asing mungkin bisa kita mengerti, konsekuensi hijrahnya tenaga kesehatan ke lain tempat ini cukup krusial apalagi jika Kota  asal adalah Kota dengan jumlah tenaga kesehatan terdidik yang terbatas. Dengan melihat perkembangan menuju era pasar bebas yang demikian cepat dan permasalahan kurangnya jumlah dan rendahnya daya saing dokter spesialis di Indonesia sehingga dokter spesialis asing akan mudah masuk ke Indonesia, maka di dalam menghadapinya perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengantisipasi krisis ketenagaan dokter spesialis di Indonesia. Dengan mulai mengkaji berbagai masalah tentang dokter spesialis di Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya.

C.   MENYIKAPI DARI KACAMATA MANAJEMEN STRATEGI

Tentu semua ada untung dan ruginya

  • Pemerintah tidak boleh memberikan pinjaman modal kepada investor asing
  • Pemerintah harus melindungi investgor lokal dengan memberikan pinjaman modal dengan suku bunga yang kecil untuk membangkitkan gairah pengusaha asal Indonesia walaupun sebenarnya indonesia tidak kekurangan investor lokal yang memiliki modal besar
  • Pemerintah harus memberikan suku bunga yang rendah kepada investor lokal yang melakukan peminjaman modal kepada pemerintah
  • Pemerintah tidak memberikan pajak sangat besar kepada para investor lokal
  • Keberadaan investor asing ini tergantung kebijakan pemerintah pusat dan kebijakan PEMDA
  • Keberadaan Investor asing yang berjumlah 20 RS ini harus mendapat persetujuan DPR RI dan para Ilmuan, Pengamat Ekonomi, Pengamat pasar lokal dan internasional, Pakar hukum nasional dan internasional, Pakar kesehatan, Sosiolog dan psikolog, Pemuka agama.
  • Pemerintah membatasi kekuasaan investor asing
  • Investor asing harus melibatkan para ilmuan lokal dalam melakukan penelitian
  • Investor Asing harus benar benar lolos seleksi UJI KELAYAKAN  AMDAL
  • Investor asing harus mampu mengelola limbah cairnya dan limbah padatnya dan ramah lingkungan.
  • Pemerintah menentukan policy untuk menjaga keseimbangan hubungan investor asing pengusaha lokal, investor asing dengan pemda, investor asing dan masyarakat sekitar, tenaga kerja asing dan tenaga kerja dalam negeri.
  • Peraturan tersebut harus mengatur aspek-aspek dasar dan bentuk peraturan yang mengatur tidak hanya di tingkat Menteri, dengan tujuan penggunaan tenaga kerja asing secara selektif dengan tetap memprioritaskan TKI.
  • Oleh karenanya dalam mempekerjakan tenaga kerja asing, dilakukan melalui mekanisme dan prosedur yang sangat ketat, terutama dengan cara mewajibkan bagi perusaahan atau korporasi yang mempergunakan tenaga kerja asing bekerja di Indonesia dengan membuat rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor PER.02/MEN/III/2008 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
  • Pemerintah harus memberlakukan sistem belanja dalam negeri artinya pihak Investor harus lebih banyak menggunakan produk dalam negeri, produk lokal sehingga menambah pendapatan masyarakat sekitarnya khususnya.
  • Pemerintah harus mempermudah pemberian ijin bagi penanaman modal asing sesuai dengan peraturan pemerintah daerah dan pusat.
  • Pemerintah pusat harus koordinasi dengan pemerintah daerah tentang pemberian izin penanaman modal bagi investor asing.
  • Dengan adanya Otonomi daerah maka Pemda punya hak untuk mengaturnya dilapangan seperti yang tercantum dalam Pasal 1 No. 11 Bab I (ketentuan umum) dari UU PM No. 25 2007 sbb : Otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban darah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.

NEGATIFNYA :

  • Kehadiran Investor Asing tersebut semakin meningkatkan import barang dari luar negeri maka sangat nihil keberadaan investor asing tersebut hanya akan memberikan efek dampak negatif yang lebih besar di Jawa Timur.
  • Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor indonesia karena kalah bersaing.
  • Membanjirnya produk inport dipasaran indonesia sehingga mematikan usaha – usaha di indonesia
  • Ancaman masuknya tenaga kerja asing di indonesia yang lebih profesional SDMnya, Lapangan kerja di indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.
  • Merupakan batu sandungan kepada para investor lokal yang ingin membuka usaha serupa karena tidak mampu bersaing baik secara teknologi yang dimiliki dan sistem manajemen kerja.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://journal.ui.ac.id/jbb/article/viewFile/631/616
  2. http://andev.multiply.com/reviews/item/33 PENANAMAN MODAL ASING DALAM RANGKA INVESTASI DI INDONESIA Jan 17, ’11
  3. http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/03/31/peran-mnc-terhadap-pertumbuhan-perekonomian-cina/ Maret  20 th 2012
  4. http://indoprogress.com/2012/01/16/enam-mitos-keuntungan-investasi-asing/
  5. http://www.djpp.depkumham.go.id/hukum-bisnis/1427-tenaga-kerja-asing-di-indonesia-kebijakan-dan-implementasi.html
  6. http://www.docstoc.com/docs/20718426/DAMPAK-INVESTASI-ASING-TERHADAP-PEREKONOMIAN-INDONESIA
  7. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/04/25/internasionalisasi-dan-globalisasi-layanan-kesehatan/
  8. CASE STUDY : ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN

KESIAPAN RS DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI OLEH

          Drh. Wiku Adisasmito, M.Sc, Ph.D

          Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia 2008

          Perubahan Rumah Sakit Dalam Menghadapi PERSAINGAN

      9. http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/536128/ Thursday, 18

October 2012

10.http://www.analisadaily.com/news/read/2012/10/24/83271/pertumbuhan_rumah_sakit_tidak_sebanding_dengan_dokter_spesialis/#.UIphS28xqM

11.  My Opinion @Markus Luahambowo 201131246

http://markusadam201131246.student.esaunggul.ac.id/

12. http://indonesiawap.net/20-rs-asal-singapura-siap-buka-cabang-di-surabaya/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>